hehehehe,,,,

Kalau benar kejadiannya lucu juga nih pak Gub,,,

Advertisements

Senin, 13 September 2010, yang berbeda dengan hari Senin lainnya…

Senin yang berbeda 🙂
Yap benar2x berbeda, perjalanan dari Tangerang menuju ke Bunderan HI, Jakarta ditempuh hanya dengan waktu 30 menit padahal kecepatan rata2x hanya maksimal 60 kpj.

Efek dari urbanisasi ternyata luar biasa, mungkin bisa jadi lebih dari 50% warga Jakarta kembali ke kampung halaman yang tersebar diseluruh Indonesia.

Mungkin jika pembangunan infrastruktur tidak terpusat di jakarta melainkan merata di seluruh ibukota Propinsi, maka penyebaran penduduk juga dipastikan akan merata juga.

Semoga harapan akan kesejateraan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud.

Suka atau tidak suka, saya telah lahir, besar dan berkarya di Indonesia.

Thank u Lord…

Ganti avatar BB dng Burung Garuda

Yup, semalaman avatar BB saya block dengan warna hitam sebagai tanda Prihatin atas penganiayaan jemaat dan pendeta HKBP di bekasi.
Prihatin karena selalu kekerasan yang menjadi solusi penyelesaian masalah perbedaan.
Prihatin karena masih ada segelintir orang yang secara ngawur bertindak dengan mengatasnamakan agama.

Namun pagi ini saya mendapat pesan singkat melalui BB, yaitu :

Saudara2ku,
Kita boleh prihatin dg apa yg terjadi, kita boleh kecewa, kita boleh marah, kita boleh sedih.

Namun, tetapnya memaafkan, tetaplah mengampuni, tetaplah bersatu dalam cengkraman Burung Garuda “Bhinneka Tunggal Ika”

Sbg tanda prihatin, gambar BB sy ganti dg Garuda Pancasila, dg status: 1. Ketuhanan yang Maha Esa…

Hanya orang berjiwa besar, yang akan menjadi besar…

Jakarta, 12 Sep 2010 – Maafku,
Krishnamurti, Mindset Motivator

Right or Wrong, Indonesia is my country…

Yup benar,,,, saya setuju dengan pendapat anda Bung Krisna….

Dan saya sdh mengganti Avatar BB saya dengan Lambang Garuda ,,,,

Saya cinta Indonesia ,,,,

Disusul diperjalanan yang memberikan motivasi ….

Disadur dari tulisan Bpk Giant Dy pada millist alamsutra@yahoogroups.com

 “DISALIP AVANZA”

 Liburan lebaran tahun lalu, saya, adik ipar dan tetangga dengan masing-masing keluarga, dengan 3 mobil kami menuju liburan ke Bandung. Karena dianggap saya lebih tahu jalan ke Bandung, mobil saya yg memimpin di depan. Kami convoy dari Serpong melewati JORR Simatupang lanjut ke tol Cikampek. Saya membawa Toyota Harrier, adik ipar saya dengan Honda Accord dan tetangga kami dengan new Honda CRV. Selama perjalanan kecepatan kami tidak terlalu cepat sekitar 100-110 km perjam.

Setelah selesai istrirahat di KM 57 dan mulai memasuki tol Padalenyi, kami mulai memacu kendaraan sekitar 120 km perjam.  Kami memacu dijalur tangah, tiba-tiba dari lajur cepat mengejar dan melewati kami sebuah Toyota Avanza. Tiba-tiba istri saya nyeletuk, “koq avanza bisa lewati kita?” Saat itu juga emosi saya tersentak, dan merasa koq mobil dengan CC kecil bisa lewati mobil saya? Dari ukuran cc Avanza hanya 1.300 cc, sedangkan saya pake Harrier dengan cc 2.400. Dari struktur body mobil, mobil saya lebih stabil dalam memacu kecepatan. Saya juga pernah membawa avanza, kalo dalam kecepatan tinggi di atas 120 km per jam, dia akan melayang dan kurang stabil. Seharusnya saya bisa melewati dia dan saya bisa jauh di depan Avanza. Karena merasa tersinggung, saya memacu mobil saya melewati Avanza, beberapa menit kemudian sudah mengejar dan meninggalkan Avanza tersebut. Kecepatan maksimal dari Harrier adalah 180 km per jam, dan saya memacu dengan kecepatan antara 150, kemudian masuk 160 dan mendekat  kecepatan 170 km per jam dan saya mencoba menambah lagi kecepatan, walau biasa saya tidak pernah membawa mobil saya diatas kecepatan itu. Sepanjang tol Padalenyi saya kebut dengan kecepatan antara 160- 175 km per jam. Saya tidak terlalu memperhatikan mobil rombongan saya lagi. Tapi saya mencoba konsentrasi ke depan dan mengambil jalan kosong dengan kecepatan tinggi. Sekilas saya melihat ke kaca spion, rombongan saya juga dengan kecepatan yang sama mengikuti saya dari belakang.  Akhirnya kami sampe ke Bandung dengan selamat, setelah kami berhenti dan istirahat, rombongan kami ngumpul dan adik ipar saya dan tetangga saya mengomel kepada saya. “gile lu ya, lu bawa sampe kita-kita kebut-kebutan”

Kejadian peristiwa ini membuat saya merenungkan mengenai diri saya sendiri. Suatu malam saya mencoba bertanya dan instropeksi sendiri. “bukankah saya dari kecil selalu bercita-cita ingin jadi pengusaha?” Kenapa saya sampai saat ini masih jadi karyawan?  Ditempat kerja saya dalam usaha bidang logistik dan freight forwarding kami sering menggunakan armada truk dari orang lain karena aramda truk sendiri tidak mencukupi. Salah satu rekanan kami (biasa kami sebut Sub cont Truking) yg sering kami pakai, sebut saja pa Rae.

Dia adalah mantan supir truk, dia pernah bekerja sebagai supir truk container di perusahaan kami, tapi sekarang dia sudah menjadi owner truk. Saat ini dia sudah memiliki belasan aramada truk.  Saya bertanya kepada diri sendiri.  Dia seorang supir truk saja bisa menjadi pengusaha truk.  Kenapa saya yang seorang manager dan berpendidikan tinggi hanya menjadi karyawan? Kalo diibaratkan dalam cerita di atas, kalo dia saja bisa jadi pengusaha, apalagi saya. Dengan ibarat mobil tersebut selama ini saya tidak pernah mengoptimalkan kemampuan maksimal dari mobil saya, dan begitu saya pacu saya buktikan saya bisa. Ahhk saya juga harus bisa. Tapi bagaimana?

Malam itu saya membuat tekat, saya harus memulai merintis, langkah apa saja yang harus saya lakukan. Besok saya harus ketemu dan bicara sama rekanan saya pa Rae. Begitu kesokan pagi, dengan semagat saya masuk ke kantor, setelah selesai mengecek beberapa aktivitas kerja, saya menelpon  dan mengajak makan siang rekanan saya. Ketika kami makan siang, saya gunakan kesempatan itu utk bertanya bagaimana dia yang seorang supir truk bisa menjadi pengusaha truk.

Dia bercerita bahwa pada suatu saaat dia merasa tidak ada kemajuan sebagai supir truk dan berencana utk berusaha, akhirnya dia ketemu teman-teman yang bersedia membantu dan mulailah dia menjadi supplier ban truk.  Berjalan beberapa lama dan sampaai suatu saat  ada customer yang tidak mampu membayar hutang ban dan menyerahkan truknya utnuk membayar hutangnya. Mulai dia menjalankan sendiri truk itu dari menjadi supir sendiri. Kemudian dia berfikir, kalau dia sendiri jadi supir dia hanya mengandalakan 1 truk saja, akhirnya dia mulai mengambil truk dan mempekerjakan temen-temannya sebagai supir.  Setelah bercerita panjang lebar, saya memberanikan diri bertanya kepada dia. “Bang, bagaimana kalo saya juga mau mulai usaha sendiri nih?” dia menjawab: “Oh Abang pasti bisalah, saya yang seorang supir truk bisa, apalagi Abang yang sudah manager. Abang pegang marketing sendiri lagi dan ketemu customer langsung, padahal saya sendiri tidak

ketemu customer langsung.” “saya hanya terima sub cont aja, tapi memang bos saya juga sangat membantu”.  Kemudian saya bertanya lagi: Abang bisa bantu ngak nih, kalo saya usaha sendiri?” “oh tenang ajalah, pasti kita bantu” begitu jawabnya.

Pertemuan tersebut makin menambah semangat saya, saya mulai merintis dan mencari informasi dan  mulai mengadakan pendekatan dengan beberapa customer yang selama ini dekat dengan saya.  Mulailah saya mempersiapkan dokumen pendirian perusahaan.  Benturan dan halangan rasanya selalu ada jalan keluar yang selalu terbuka, begitu menghadapi suatu kendala, mulailah saya berfikir bagaimana solusi. Ya puji Tuhan, rasanya Tuhan saya selalu membuka jalan dan pikiran saya. Akhirnya menjelang akhir tahun 2009, SIUP, Akta pendirian perusahaan dan dokumen lainpun jadi dan kantorpun sudah tersewa.  Setelah semua dokumen dan persyaratan sudah selesai, saya mengajukan pengunduran diri di Perusahaan tempat saya bekerja. Beberpa teman menganjurkan jalan pararel saja, sambil kerja juga buka usaha sendiri. Tetapi saya berprinsip selama saya kerja saya ingin selalu jujur dan tidak ingin korupsi. Memang banyak teman juga sering melempar order kepada perusahaan sendiri, tapi saya bilang: “saya tidak mau kalo karyawan saya melempar order kepada orang lain, maka saya juga tidak akan melempar order, saya harus jujur. Saya harus keluar dari perusahaan dulu, baru saya masuk ke perusahaan sendiri.

Saat ini perusahaan saya sudah berjalan sekitar 8 bulan, dan saya selalu optimis bahwa saya pasti bisa mengembang perusahaan saya.

Serpong, 2 September 2010.

Belajar …

Ternyata belajar itu gak boleh sambilan ya,,,,, 🙂
Semoga mulai hari ini bisa mulai memahami arti dari kemajuan tehknologi lebih baik lagi ,,,,

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!